Situs Goa Saparwadi Pamijahan, Tasikmalaya

Goa Saparwadi Pamijahan

Situs Goa Saparwadi Pamijahan, alamat Pamijahan Tasikmalaya terletak di Dusun Panyalahan, Rt/Rw: 02/02 Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalya. Goa ini berjarak sekitar 1.360 m dari terminal dan 1.170 m dari gerbang pintu masuk ziarah. 

Goa Saparwadi atau masyarakat setempat sering menyebutnya Guha Saparwadi memiliki panjang 284 m dan lebar 24,50 m, sehingga goa tersebut memiliki luas kurang lebih 6.950 m2. Supaya sahabat mengenal lebih jauh mengenai Goa Saparwadi sebagai tempat ziarah Pamijahan Tasikmalaya simak sejarahnya berikut ini.

Sejarah Goa Saparwadi Pamijahan

Dalam sejarahnya pada saat Syekh KH. Abdul Muhyi mencari ketenangan dan ketentraman dalam melaksanakan ibadah kepada Tuhan yang maha kuasa, belia terus menerus mencari tempat yang dipandang akan lebih tenang. Sama halnya seperti sejarah goa keraton pamijahan.

Beliau senantiasa berdo’a kepada Allah SWT semoga goa yang sedang dicarinya agar segera ditemukan. Tak lama kemudian sampailah Syekh KH. Abdul Muhyi ke sebuah lembah. Lembah itu diberi nama Mujarrad, yang diambil dari kalimat bahasa Arab yang mempunyai arti tempat penenangan. 

Ada juga yang berpendapat bahwa lembah Mujarrad diambil dari bahasa arab yang berarti lembah tempat mencoba atau percobaan. Di sana beliau menemukan goa yang tanda-tandanya sesuai dengan petunjuk gurunya. Syekh KH. Abdul Muhyi mencoba melaksanakan petunjuk gurunya dengan menanam padi sebagai ciri adanya goa. 

Yaitu bila setangkai biji padi di tanam kemudian hasilnya setangkai pula, maka itu lah suatu tanda bahwa di bawah tanah itulah adanya goa yang pernah didatangi Syekh Abdul Qadir Jaelani. Ternyata setelah beberapa kali percobaan baru di lembah itulah Syekh KH. Abdul Muhyi berhasil menanam setangkai biji padi hasilnya setangkai biji padi pula. 

Goa Saparwadi memiliki beberapa objek di dalamnya, di antaranya ada 15 objek yaitu air Zam-zam, Cikahuripan, mesjid utama, tempat adzan dan berkhotbah, jalan ke Mekah, jalan ke Surabaya, jalan ke Cirebon, mushola perempuan, jabal kopeah, tempat penyimpanan kitab, padaringan, tempat penyimpanan alat masak, Cikajayaan dan dinding Ka’bah. 

Sebagai bukti perjalanan wali dalam menyebarkan agama islam, dari adanya bukti kekuasaan Allah SWT yang diberikan kepada para wali, sehingga menjadi daya tarik bagi wisata religi untuk mengunjungi objek wisata religi Pamijahan.

Perjalanan Menju Goa Saparwadi Pamijahan

Setelah melakukan ritual ziarah di Makam Syekh KH. Abdul Muhyi para wisatawan harus berjalan kaki sekitar 1 km dari makam tersebut untuk melanjutkan perjalanannya menuju Goa Saparwadi. 

Goa Safarwadi Tasikmalaya merupakan tempat kedua yang menjadi tujuan para wisatawan. Setelah selesai melaksanakan ritual ziarah dari makam Syekh KH. Abdul Muhyi tepat di pertigaan arah menuju ke Goa Saparwadi para rombongan akan bertemu dengan seorang pemandu sekaligus pembawa lampu patromak untuk menerangi jalan di dalam goa tersebut. 

Pemandu untuk masuk Goa Saparwadi tersebut biasanya merupakan salah satu petugas yang menghampiri rombongan ziarah pada saat masuk terminal Pamijahan. 

Wisatawan yang hendak turun dari mobil akan didatangi oleh petugas pemandu untuk menawarkan jasa pemandu Goa Saparwadi. Tarif yang ditawarkan oleh pemandu untuk memasuki Goa Saparwadi adalah Rp. 80.000 untuk satu rombongan ziarah, sudah termasuk jasa antar dan sewa lampu patromak untuk penerangan pada saat masuk ke dalam Goa Saparwadi. 

Wisatawan yang telah berzirah dari makam Syekh KH. Abdul Muhyi biasanya langsung pergi menuju goa tersebut. Di sepanjang perjalanan menuju goa kita akan melihat banyak para penjual cindramata, jajanan khas Pamijahan dari mulai pakaian, makanan dan minuman di sepanjang jalannya.

Sebelum pengunjung masuk ke dalam Goa Saparwadi, diharapkan melapor dulu ke pos keamanan yang terletak di sebelah kiri atau di depan pintu gerbang masuk goa. 

Hal ini dilakukan demi kelancaran wisatawan yang hendak berkunjung ke dalam Goa Saparwadi. Selain itu jika ada seorang pengunjung yang bermaksud ingin menginap di dalam Goa Saparwadi untuk kepentingan pribadinya, maka pengunjung yang bersangkutan harus menitipkan Kartu Tanda Penduduknya di pos keamanan Goa Saparwadi. 

Tujuannya supaya petugas yang mengelola dapat mendata pengunjung yang sedang berkunjung ke dalam Goa Saparwadi. 

Denah Goa Saparwadi Pamijahan

Denah Goa Saparwadi Pamijahan

Denah Goa Saparwadi di atas saya buatkan sebagai gambaran lokasi-lokasi yang bisa sahabat kunjungi di dalam goa peniggalan Syekh KH. Abdul Muhyi tersebut. Untuk memahami lokasinya, sahabat cukup melihat nomor pada lingkaran, dan cocokan dengan keterangan yang tertera pada peta atau denah Goa Saparwadi tersebut.

Nah setelah itu, bagi wisatawan yang mau masuk ke dalam situs goa saparwadi Pamijahan disarankan untuk tidak menggunakan alas kaki yang dianggap akan licin pada saat berjalan di dalam Goa Saparwadi tersebut. Di dalam Goa Saparwadi tidak terdapat photo Syekh Abdul Muhyi Pamijahan.

Tata Tertib Sebelum Memasuki Goa Saparwadi

Tata Tertib Sebelum Memasuki Goa Saparwadi

Adapun tata tertib yang harus diperhatikan oleh para pengunjung sebelum memasuki Goa Saparwadi Pamijahan yaitu:

  1. Masuk ke dalam Goa Saparwadi harus dipandu oleh pengantar atau petugas.
  2. Berpakaian sopan (busana muslim).
  3. Memohon do’a langsung kepada Allah SWT.
  4. Bila ada kejanggalan dengan pelayanan segera laporkan ke pos keamanan.
  5. Yang mau bertapa harus meminta izin dan menyerahkan KTP kepada petugas.
  6. Transaksi pembayaran lampu dilaksanakan di pos keamanan goa.

Tata Tertib di Dalam Goa Saparwadi

Tata Tertib di Dalam Goa Saparwadi

Selain tata tertib pada saat mau memasuki Goa Saparwadi, ada juga tata tertib bagi para wisatawan pada saat berada di Goa Saparwadi. Tata tertib tersebut di antaranya:

  1. Tidak melakukan hal-hal yang dipandang musyrik.
  2. Tidak boleh mengambil tanah berlebihan dari dalam goa.
  3. Tidak boleh menabur uang dengan bentuk apa pun di dalam goa.
  4. Dilarang merokok di dalam goa.
  5. Dilarang membuat coretan-coretan pada fisik bangunan goa.
  6. Jagalah ketertiban, kebersihan, keindahan dan kenyamanan di dalam dan di luar goa.

Selain larangan di atas sebelum masuk Goa Saparwadi wisatawan disaran untuk tidak menggunakan alas kaki yang dianggap akan licin pada saat berpijak di dalam goa. Selain itu para wisatawan yang hendak masuk ke dalam Goa Saparwadi harus beradzan dan berikomat terlebih dahulu setelah itu para wisatawan di sepanjang perjalanan dalam goa membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. 

Keadaan di dalam goa masih sama seperti goa pada umumnya namun terdapat keunikan di dalamnya. Salah satu keunikan di dalam Goa Saparwadi adalah memiliki 15 objek wisata bekas peninggalan para wali pada zaman dulu. 

Objek Goa Saparwadi Pamijahan

Salah satu keunikan di dalam Goa Saparwadi adalah memiliki 15 objek wisata peninggalan para wali pada zaman dulu yang dapat didatangi oleh wisatawan dari sebahagian sejarah pamijahan, objek tersebut di antaranya:

1. Air Zam-zam

Air Zam-zam

Pada saat wisatawan melakukan perjalanan sambil membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, setelah beberapa meter kemudian wisatawan akan sampai ke objek yang pertama yaitu air zam-zam. Air ini merupakan air yang keluar dari batuan stalaktit yang dipercaya khasiatnya sama dengan air yang ada di makkah. 

Maka air ini dinamakan air zam-zam, saking jernihnya air ini dapat diminum secara langsung oleh pengunjung karena di percayai bisa dijadikan syariat untuk pengobatan dan hakikatnya dengan cara berdoa meminta langsung kepada Allah SWT.

2. Tempat Bertapa

Tempat Bertapa

Sebelum kita memasuki tempat bertapa, terdapat 14 anak tangga untuk dapat sampai ke tempat bertapanya waliyullah, dengan posisi jalannya yang berada di samping kanan. Tempat ini merupakan patilasan waliyullah pada saat berholwat atau bersemedinya para wali. 

Gambar di atas merupakan tempat bertapa atau bertafakur Waliyullah, yaitu Syekh KH. Abdul Muhyi bersama sahabat beliau yang lainnya.

3. Air Kahuripan Pamijahan (Cikahuripan)

Air Kahuripan Pamijahan

Setelah itu para wisatawan harus berjalan lagi melewati jalan yang terjal menuju tempat Cikahuripan, tempat ini berada di bawah tangga sebelum naik ke arah masjid utama. Cikahuripan ini dulunya merupakan tempat berwudzu para wali, air yang keluar dari dalam celah batu ditampung dalam sebuah bak berukuran 1 m2.

Fungsinya untuk menampung air tersebut dan supaya pengunjung bisa berwudzu terlebih dulu sebelum meneruskan perjalanan ke masjid utama. Terdapat seorang petugas yang berjaga di tempat air Cikahuripan. 

Petugas juga telah menyediakan air Cikahuripan tersebut dalam sebuah wadah botol minuman berukuran 1,5 liter yang dijual dengan harga RP. 5000 sampai Rp. 10.000 per botolnya. Cikahuripan dipercaya memiliki karomah dari para wali. 

4. Masjid Utama

Masjid Utama

Setelah berwudzu di Cikahuripan wisatawan melanjutkan perjalanan untuk menaiki 19 anak tangga yang ada di samping Cikahuripan untuk dapat naik sampai ke atas masjid utama. Dulunya jalan menuju ke mesjid utama sangat licin dan terjal, namun sekarang sudah dibenahi menjadi beberapa anak tangga yang layak untuk digunakan. 

Setelah wisatawan berjalan sampai ke atas maka akan melihat sebuah ruangan yang cukup besar yang dinamakan masjid utama. Masjid utama merupakan tempat menunaikan shalat berjama’ahnya waliyullah bersama para santrinya. 

5. Tempat Adzan dan Tempat Berkhotbah

Tempat Adzan dan Tempat Berkhotbah

Di dalam masjid utama juga terdapat sebuah tempat untuk berkhotbah dan beradzan, posisinya tepat berada di atas mesjid utama. Biasanya wisatawan yang datang ke mesjid utama, selalu beradzan dan berikomah di tempat ini. 

Karena menurut sejarahnya lobang yang berada di atas masjid utama tersebut merupakan tempat adzan para santri pada saat mau menunaikan ibadah shalat. Selain itu, digunakan sebagai tempat berkhobahnya Syekh KH. Abdul Muhyi pada saat mengajarkan ilmu agama kepada santri-santrinya.

6. Jalan ke Mekah

Jalan ke Mekah

Di samping mesjid utama terdapat sebuah lorong kecil yang di halangi pagar besi, lorong ini merupakan jalan yang digunakan oleh waliyullah untuk pergi ke Mekah, hal tersebut tentunya dilakukan atas ijin Allah SWT dan dengan kelebihan yang dimiliki para wali sebagai karomah dari Allah SWT. Lorong tersebut dipasangi pagar besi karena dikhawatirkan adanya wisatawan awam yang mencoba untuk masuk kedalam lorong tersebut dan terjadi hal yang tidak diinginkan. 

7. Jalan ke Surabaya

Jalan ke Surabaya ini merupakan dua lorong yang berukuran kecil dan di penuhi batu-batu berukuran kepalan lengan orang dewasa sama halnya dengan jalan ke mekah, lorong yang cukup kecil ini merupakan jalan para wali menuju ke Surabaya. 

Menurut sejarahnya konon lorong ini dahulu digunakan oleh Syekh KH. Abdul Muhyi sebagai tempat penghubung antara Surabaya dengan Pamijahan.

8. Jalan ke Cirebon

Tepat di sebelah jalan ke Surabaya, terdapat sebuah lorong yang cukup besar dibandingkan dengan lorong yang sebelumnya, sama halnya dengan jalan ke Surabaya dan jalan ke Mekah lorong ini merupakan jalan yang digunakan para wali untuk pergi ke Cirebon. Lorong ini berada diatas sehingga jalannya agak menanjak. Dengan tingkat kewaliannya atas izin Allah SWT para wali melakukan perjalanan untuk mensyiarkan agama islam di cirebon lewat lorong ini.

9. Mushola Perempuan

dari tempat mesjid utama terdapat sebuah lorong menuju ke tempat mushola perempuan. Mushola perempuan ini tempatnya berukuran kecil dan digunakan oleh para kaum hawa untuk menunaikan ibadah shalat berjama’ah pada zaman dulu.

10. Jabal Kopeah

Jabal kopeah merupakan lobang di atas dinding atap goa berukuran kecil berjumlah 9 lobang menyerupai peci. Bagi para wisatawan sambil berjalan ke tempat penyimpanan kitab biasa sambil mencoba jabal kopeah ini. Lubang tersebut berjumlah sembilan yang menyimbolkan 9 wali (wali songo). Konon katanya jika kepala yang kita msukan kedalam lobang-lobang tersebut pas dengan ukuran kepala kita, makam insyaallah kita akan pergi kemekah, amiin.

11. Tempat Penyimpanan Kitab

Setelah melewati jabal kopeah kita akan sampai disebuah tempat yang dinamakan tempat penyimpanan kitab. Tempat penyimpanan kitab ini berada pada celah batuan yang menyerupai galar. Pada zaman dulu para santri Syekh KH. Abdul Muhyi meletakan kitab-kitabnya di celah batuan tersebut.

12. Padaringan

Tepat di samping tempat penyimpanan kitab, terdapat sebuah tempat yang sudah ditutupi batu oleh petugas wisata. Padaringan merupakan tempat dengan hamparan tanah yang digunakan sebagai ruangan dapur atau tempat penyimpanan beras (pabeasan). 

Jika kita lihat sekarang padaringan tersebut sudah banyak ditutupi batu-batu hitam oleh petugas goa. Alasanya karena tanah yang ada di dalam lorong goa tersebut sudah hampir habis dan ditakutkan akan terjadi longsor jika pengambilan tanah oleh para pezirah terus dilakukan.

13. Tempat Penyimpanan Alat Masak

tempat penyimpanan alat masak ini sekarang sudah jarang dijumpai oleh pengunjung karena jalan menuju kesana ditutupi batu oleh petugas dan jalannya pun cukup licin. Dulu jalan menuju tempat penyimpanan alat masak tersebut berupa tanah, dikarenakan tanah yang ada di tempat tersebut habis diambil oleh para wisatawan yang datang, maka tempat ini menjadi jarang dikunjungi.

14. Cikajayaan

Untuk dapat mengunjungi tempat Cikajayaan para wisatawan harus kembali berjalan menuju tempat Cikahuripan dan meneruskan perjalanannya. Dengan melewati jalan yang cukup terjal dan licin, sampai lah ke sebuah tempat yang di namakan Cikajayaan. 

Baca Juga : Objek Wisata Goa Keraton Pamijahan, Tasikmalaya

Menurut sejarahnya Cikajayaan merupakan kolam air yang digunakan oleh Syekh KH. Abdu Muhyi bersama keluarga dan para santrinya untuk mandi atau bersuci. Cikajaan sendiri sekarang sudah direnovasi lagi oleh petugas supaya lebih banyak menampung air. Selain itu, disediakan wadah untuk mengambil air dalam kolam bagi para peziarah yang mau mandi di sana. 

15. Dinding Ka’bah

Selanjutnya pengunjung berjalan menuju objek yang terakhir di dalam Goa Saparwadi. Merupakan dinding batuan di dalam Goa Saparwadi dengan tinggi sekitar 10 meter dan berada dekat jalan keluar Goa Saparwadi.

Objek ini merupakan dinding bantuan yang ada dalam goa dan menurut masyarakat terdahulu dinding ini mirip dengan dinding mesjid yang ada di Makkah. Tempatnya berada paling akhir dan setelah menyusuri tempat ini para wisatawan sudah hampir sampai menuju jalan keluar Goa Saparwadi Pamijahan.

Pintu Keluar Goa Saparwadi Pamijahan

Terdapat satu pintu keluar Goa Saparwadi yang sekarang sudah mengalami tahap perenovasian dengan dibangunnya anak tangga untuk sampai keatas jalan keluar, sekaligus menuju jalan terusan ke Makam Syekh Khatib Muwahid.

Itu lah penjelasan singkat yang bisa saya berikan kepada sahabat semua mengenai Situs Goa Saparwadi Pamijahan Tasikmalaya. Sebagai silsilah syekh abdul muhyi pamijahan tasikmalaya, Semoga berwanfaat dan menambah wawasan bagi sahabat semuanya. Jangan lupa terus ikuti info-info menarik lainnya. Terimakasih