Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Setelah Menikah Istri Harus Patuh Pada Suami Atau Orang Tua ??!

Konten [Tampil]
Istri Harus Patuh Pada Suami Atau Orang Tua

Assalamualaikum..

Halo sahabat balik lagi di sini 
Sahabat Ragam.id mudah-mudahan Allah SWT selalu melindungi teman-teman semuanya, selalu disehatkan, apa lagi keadaan yang seperti sekarang ini. Kali ini kita akan membahas Setelah Menikah Istri Harus Patuh Pada Suami Atau Orang Tua ?.

Nah, di artikel sebelumnya kita membahas tentang Nasehat Pernikahan Islam tuh.  Ada yang bertanya tentang pernikahan itu salah satunya adalah tentang “antara berbakti kepada orang tua dan taat kepada suami, apakah setelah menikah istri harus ikut suami ?”. jadi ada kasus bahwasanya ada nih seorang perempuan, perempuan ini dia sudah menikah tinggal di Jakarta bersama suaminya. Pada suatu hari dia diminta pulang oleh ibunya (pulang kampung) tapi bukan dalam rangka mudik lebaran atau liburan ya.

Kenapa dia minta pulang ? Karena ibunya sedang sakit, sakit yang butuh perawatan dan harapan satu-satunya untuk merawat ibunya ini adalah si perempuan ini tadi. Karena kebetulan dia anak tunggal, ayahnya juga tidak mungkin kalau hanya merawat sendiri butuh anak perempuan ini tadi. 

Akhirnya anak perempuan ini tadi meminta izin kepada suaminya, “Oke silahkan pulang” ujar suaminya “tapi satu atau dua hari aja, karena di sini kamu juga banyak tugasnya” ya.. seperti itulah !.

Well sungguh sangat ... menurut saya itu menyayat hati ya, karena apa ? Karena di situasi yang genting seperti itu. Itu yang laki-laki seharusnya kasih waktu untuk perempuan untuk berbakti kepada orang tuanya. Seorang suami juga harus paham, jangan sampai ada dalam posisi hukum istri lebih mementingkan keluarganya daripada suami atau hukum istri lebih memilih orangtua daripada suami.

Istri Harus Patuh Pada Suami Atau Orang Tua ?

Karena kita tidak lah tahu bakti mana yang kita lakukan untuk orang tua yang akan diterima oleh Allah SWT !. Maka kita harus saling memberi kesempatan untuk membakti kepada kedua orang tua. Karena misalkan ditanya mana dulu, suami atau orang tua ? kedudukan suami dan orang tua keduanya tidak bisa disamakan ya.

Ayat Al-qur'an Tentang Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Karena sahabat Ragam.id juga mestinya sudah tahu, sebab perintah untuk mentaati atau patuh kepada orang tua atau berbakti kepadanya itu juga banyak dalam Al-Quran. Dan itu disandingkan langsung setelah perintah beribadah atau menyembah kepada Allah SWT.

Setidaknya ada 4 ayat A-Qur’an yang membahas tentang hal ini, berlaku baik atau berbakti kepada kedua orang tua setelah perintah penyembahan kepada Allah SWT, di antara ayatnya adalah Surat 

  • Surat Al-Baqarah ayat 83, 
  • Surat An-Nisa ayat 36, 
  • Surat Al-An ‘am ayat 151 dan 
  • Surat Al-Isra ayat 23.
Selain itu juga ada hadits tentang istri harus taat kepada suami dan hadis yang menerangkan bahwasanya berbakti kepada kedua orang tua itu adalah setelah perintah untuk menyembah Allah SWT atau beribadah kepadanya. Maka sahabat semuanya sudah jelas bahwasanya perintah untuk berbakti kepada orang tua itu berlaku untuk siapa pun. Untuk laki-laki maupun perempuan, baik dia yang sudah menikah atau pun belum menikah.

Jadi bagai mana kalau misalkan ada kasus seperti ini tadi ? kalau misalkan ada kasus yang sama maka yang harus dibangun adalah komunikasi di antara pasangan tersebut, kesepakatan dan keridhoan. Supaya kita menemukan  benang merah, jalan tengah supaya yang perempuan tadi bisa terus berbakti kepada kedua orang tua dan bisa berbakti juga kepada suami asal ada negosiasi yang baik ya.

Karena bisa jadi juga nanti suami berada di posisi yang istri rasakan. Maka kita harus pandai untuk menempatkan posisi kita di posisi orang lain. Supaya prinsip berumah tangga Sakinah Mawaddah warohmah itu akan terus berlangsung dan akan terus tercapai. 

Karena siapa sih yang gak mau rumah tangganya harmonis, Sakinah Mawaddah warohmah, diliputi dengan ketenangan penuh rasa cinta dan penuh kasih sayang, pastinya semua orang mau itu. Jadi kalau komunikasi baik itu sudah terjalin diantara keduanya, maka “wa asyiruhunna bil ma’ruf”  atau saling melakukan dan memperlakukan dengan baik itu juga akan terlaksana.

Jangan sampai saling menyakiti ya ! apalagi sudah terkait orang tua. Orang tua ini kewajiban keduanya ya, kewajiban si suami dan kewajiban si istri. Saling mengingatkan untuk berbakti kepada kedua orang tua itu akan mejadi nilai plus. 

Juga bagi orang tua jangan sampai tersangkut istilah aturan seperti keluarga istri ikut campur, hukum orang tua melarang anaknya ikut suami,  karena ada hak orang tua terhadap anak perempuannya yang sudah menikah.

Cerita Asma Binti Abu Bakar

Nah, pendapat itu juga dikutik dari cerita Asma binti Abu Bakar dalam kitab Irsyadu Syari Fi Syarah Sahih Bukhari karya Ibnu Bathol. Asma binti Abu Bakar meminta fatwa kepada Rasulullah SAW tentang; mengunjungi atau berbakti kepada ibunya yang ketika itu ibunya bukanlah seorang muslim.

Akhirnya Rasulullah SAW memberikan fatwa atau meminta Asma binti Abu Bakar untuk tetap terjalin silaturrahim dengan ibumu. Itu artinya perintah untuk berbakti kepada orang tua adalah perintah yang utama setelah perintah menyembah atau beribadah kepada tuhan yang maha esa.

Jadi sahabat itulah tadi bagi yang menanyakan sebenarnya suami dulu atau orang tua dulu ? jika dilihat dari kedudukan suami dan orang tua dalam islam, kedua-duanya adalah orang terdekat dan orang terkasih kita bagi yang sudah menikah. Tapi orang tua “Ingat !!” beliau kedua orang tua kita adalah orang tua yang merawat dari baru lahir, dari mengandung, kemudian lahir sampai kita dinikahkan dengan orang yang terkasih.

Maka kalau misalkan sudah berurusan dengan orang tua, pintar-pintar lah memberikan pengertian kepada pasangan suami atau istri. Jadi prinsip Mubadalah yang digagas oleh Kyai Faqih Abdul Qadir yaitu jika ingin hidup berarti maka membahagiakan lah. 

Jadi baik suami maupun istri kalau ini di hidupnya berarti cobalah untuk membahagiakan pasangannya. Mungkin salah satu cara untuk membahagiakan nya berkunjung kepada orang tua, maka kenapa tidak untuk untuk memberikan izin dan orang tua juga harus paham hak orang tua terhadap anak perempuannya yang sudah menikah.


Terimakasih, Wassalamu’alaikum... 


Penulis : Saepuloh, S.Pd.
Narasumber : Isna Rahma Solihatin, Lc., M.Pd.
NGIBLAT
NGIBLAT Brosakti kini berpindah nama menjadi NGIBLAT (ngiblat.blogspot.com)

Post a Comment for "Setelah Menikah Istri Harus Patuh Pada Suami Atau Orang Tua ??!"