Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Nasehat Pernikahan Islam Untuk Suami dan Istri

Konten [Tampil]

Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh !

Sahabat Ragam.id dimanapun berada semoga selalu mendapat lindungan dan rahmat dari Allah subhanahu wa ta'ala. 

Nasehat Pernikahan Islam

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang nasehat pernikahan islam untuk suami dan istri. Ya kita tahu bahwa pernikahan merupakan suatu fitrah bagi manusia. Kita diciptakan dalam hidup ini adalah berpasang-pasangan. Sepereti halnya dalam nasehat pernikahan rasulullah. Masing-masing dari kita pastinya pengen dong untuk mendapatkan pasangan yang baik atau ya kita masing-masing punya kriteria dalam menentukan pasangan hidup kita.

Kita sudah mendengar nasehat pernikahan dalam al qur'an salah satu firman Allah Subhanahu wa ta'ala, yaitu Suroh An-Nur ayat 26 yang menyebutkan bahwa "Yaitu perempuan-perempuan yang baik, mereka di peruntukan untuk laki-laki yang baik dan juga laki-laki yang baik, mereka di peruntukan untuk perempuan-perempuan yang baik".

Dari inti teks nasehat pernikahan dalam firman Allah SWT itu, kita pastinya ingin memantaskan diri untuk kemudian mendapatkan pasangan yang terbaik menurut kita. Pastinya kita memiliki parameter tersendiri untuk menentukan baik itu seperti apa. Tidak sama, baik menurut saya, belum tentu baik menurut sahabat  semuanya. 

Namun pada dasarnya memantaskan diri merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita untuk mendapatkan pasangan yang memang kita impikan. 

Nasehat Pernikahan

Ada beberapa nasehat pernikahan terbaik yang patut kita lakukan sahabat Brosakti sebelum memasuki ke jenjang pernikahan, supaya pernikahan kita dilimpahkan keberkahan dan juga dilimpahkan kebahagiaan. Berikut ini adalah Nasehat Persiapan Sebelum Melakukan Pernikahan, di antaranya :

1. Niat

Pertama adalah niat pastinya, bahwa niat kita menikah adalah semata-mata karena Allah SWT. Kenapa demikian ? Ketika kita tidak kuat untuk menentukan niat itu, kita sudah masuk ke jenjang pernikahan dan gelombang pernikahannya begitu dahsyat, ada berbagai macam bentuk masalah yang kita hadapi, dan kita tidak mengembalikannya kepada Allah.

Maka bisa jadi kita tidak kuat dan naudzubillah kalau sampai kemudian memasuki ke gerbang perceraian. 

2. Memantaskan Diri

Hal yang kedua yang bisa kita lakukan untuk memantaskan diri sebelum kita memasuki gerbang pernikahan adalah kita bisa mengikuti kegiatan-kegiatan semacan seminar pranikah. Dari seminar itu, kita bisa mendapati berbagai macam informasi penting berkaitan dengan pernikahan, nasehat pernikahan yang menyentuh, kemudian hak dan kewajiban suami atau istri dan kemudian bagai mana cara mengatasi masalah.

Ini bisa jadi bekal yang sangat penting bagi kita untuk menghadapi mahligai rumah tangga yang akan kita bina nanti ketika sudah menikah.

3. Memperbaiki Pemahaman Agama

Hal ketiga yang harus kita siapkan dalam artian memantaskan diri itu tadi adalah kita harus memperbaiki pemahaman-pemahaman kita berkaitan dengan agama. Karena agama mengatur hidup manusia termasuk adalah ketika dia menghadapi pernikahan.

Bagaimana seorang istri harus memperlakukan suaminya, bagai mana suami harus memperlakukan istrinya, dan bagai mana cara yang paling baik untuk bisa mendidik putra-putrinya nanti, atau keturunannya menjadi keturunan yang berkualitas dan juga menjadi keturunan yang shaleh-shalehah. Yang nantinya bisa mendoakan mereka ketika mereka sudah menghadap kepada Rabbnya.

4. Menyiapkan Mental

Selanjutnya, selain agama seseorang juga harus menyiapkan mental. Nah ini penting sahabat !. Kenapa.. ? Tadi saya sampaikan bahwa dalam menikah pastinya seseorang akan menghadapi masalah. Ketika keadaan emosional seseorang yang sudah menikah ini belum siap untuk menghadapi lika-liku menikah, ini akan berdampak buruk terhadap komunikasi antara kedua belah pihak.

Ketika komunikasi antara suami dan istri sudah tidak baik, maka dampaknya kasihan kepada keturunan kita atau anak kita kalau misalnya memang sudah punya keturunan. Ketika seseorang ini belum siap secara emosional atau keadaan psikologisnya dia belum matang, maka dikhawatirkan dia tidak mampu menghadapi berbagai macam lika-liku kehidupan pasca menikah.

Sehingga dampaknya apa ? Dampaknya adalah komunikasi yang tidak baik antara pasangan tersebut, sehingga pula nanti anak-anak yang menjadi korbannya, atau keluarga-keluarga besarnya juga menjadi gunjingan atau omongan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, kesiapan mental sangat-sangat dibutuhkan bagi kita yang hendak menikah.

5. Memperbaiki Hubungan Sosial

Selanjutnya memperbaiki hubungan sosial. "Maksudnya apa sih ...?" Hubungan sosial ini sangat penting kenapa ? Karena dalam menikah itu tidak hanya berbicara antara pasangan laki-laki dan perempuan saja. Melainkan berbicara atau berkumpulnya dua keluarga besar yang memiliki tradisi yang berbeda, watak yang berbeda, atau mungkin ada hal-hal yang memang sangat berbeda. 

Oleh karena itu, ketika seseorang itu sudah memiliki pemahaman tentang hubungan sosial yang baik, hukum pernikahan, maka dia akan bisa berlaku baik kepada mertuanya, dia akan bisa berlaku baik kepada keluarga besarnya. Dan selalu mendengarkan nasehat pernikahan dari orang tua Sehingga hubungan harmonis antara keluarga besar ini akan tercipta.

Dan ada pesan menarik sebenarnya dari Gusmus yaitu ketika nanti menikah tetaplah menjadi manusia. Maksudnya apa ? Bahwa pasangan kita itu bukanlah malaikat yang dia tidak memiliki salah atau bukan juga setan yang selalu salah, ada kalanya salah ada kalanya dia benar. Itu bukan humor nasehat pernikahan.

Oleh karena itu, tetap menjadi manusia artinya apa ? Menyadari bahwa pasangan kita memiliki kekurangan dan juga memiliki kelebihan. Ketika sudah menyadari itu , insya Allah hubungan pernikahan akan harmonis dan akan dilimpahi kebahagiaan.

Sehingga, tujuan pernikahan akan tercapai yaitu "terciptanya keluarga yang sakinah  yang dilandasi mawaddah, cinta dan rahmat atau kasih sayang." Itulah nasehat pernikahan untuk suami maupun nasehat pernikahan untuk wanita. Klau dalam nasehat pernikahan bahasa sunda sering di istilahkan "kacai jadi saleuwi kadarat jadi salogak", lucukan kata-katanya.

Baik sahabat Brosakti demikian beberapa hal nasehat pernikahan singkat yang patut kita renungkan, yang patut kita lakukan sebelum kita melaksanakan pernikahan. Semoga apa yang saya sampaikan tentang nasehat pernikahan Islam untuk suami dan istri ini bermanfaat kurang lebihnya mohon maaf. Wallahua'lam bissawaf !

Wasalamualaiku warahmatullahi wabarakatuh !


Penulis : Saepuloh, S.Pd.
Pemateri : Izza Farhatin Ilmi, Lc., S.Si.
NGIBLAT
NGIBLAT Brosakti kini berpindah nama menjadi NGIBLAT (ngiblat.blogspot.com)

2 comments for "Nasehat Pernikahan Islam Untuk Suami dan Istri"