Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Masjid Pusaka Pamijahan, Tasikmalaya

Konten [Tampil]
Masjid Pusaka Pamijahan

Masjid Pusaka Pamijahan Tasikmaya terletak di Dusun Pamijahan Rt/Rw: 02/02 Desa Pamijahan Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. masjid ini sekarang sudah mengalami beberapa kali perenovasian memiliki luas ruangan utama sekitar kurang lebih 5000 m2 dan memiliki dua tingkat lantai untuk beribadah.

Sebelum wisatawan yang datang sampai di tempat makam Syekh KH. Abdul Muhyi, maka akan sampai di suatau tempat yaitu Masjid Pusaka Pamijahan. Masjid Pusaka ini adalah tempat pertama yang akan kita lihat sebelum sampai ke makam para waliyullah. 

Masjid Kaum merupakan masjid peninggalan Syekh KH. Abdul Muhyi yang sampai saat ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Bagi wisatawan yang melakukan perjalanan jauh biasanya berhenti lebih dulu untuk beristirahat, bersuci dan melaksanakan ibadah shalat di tempat ini.

Hal tersebut di lakukan oleh para wisata religi Pamijahan sebelum melanjutkan perjalanan menuju makam Syekh KH. Abdul Muhyi untuk berziarah. Ada juga wisatawan yang langsung melanjutkan perjalanannya tanpa berhenti di masjid pusaka dan biasanya kembali mengunjungi masjid ini setelah melakukan aktivitas ziarah atau sambil perjalanan pulang.

Nah, saya punya sedikit pengalaman mengenai tempat ini, singkat cerita pada saat melanjutkan Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) lokasinya di daerah Pamijahan tepatnya di Dusun Parungpung.   

Dulu pada tahun 2012 silam, saya pernah bermukim di tempat ini selama tiga 3 tahun. Karena akses dari rumah menuju sekolah cukup jauh, maka memutuskan untuk menimba ilmu di Pesantren Pamijahan tepatnya di Mesjid Kaum yang dikenal dengan sebutan (Mesjid Pusaka Pamijahan). 

Kang H. Endang Adjidin, merupakan (Kuncen Pamijahan) sesepuh keturunan asli Syekh KH. Abdul Muhyi. Beliau adalah guru agam yang membimbing saya waktu bermukim di Pesantren Kaum. Tapi sekarang pesantren tersebut sudah tidak ada dan dijadikan madrasah.

Di depan masjid Pusaka ini dulu terlihat sungai dengan air yang cukup jernih dan di jadikan tempat berwudzu. Tapi sekarang sudah tertutupi bangunan tambahan dari mesjid ini, dan tampilan mesjidnya pun menjadi lebih bagus lagi.

Sejarah Masjid Pusaka Pamijahan

Masjid Pusaka Pamijahan atau lebih di kenal dengan nama Masjid Kaum oleh masyarakat setempat  tersebut. Merupakan masjid peninggalan Syekh KH. Abdul Muhyi yang sampai saat ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan. 

Baca Juga : Makam Syekh Sacaparana Bengkok, Pamijahan

Masjid ini dulunya terbuat dari bangunan kayu dan yang aslinya sudah dibakar oleh para gerombolan pada zaman DI/TII. Masjid Pusaka yang terbuat dari kayu merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Syekh KH. Abdul Muhyi bersama santri-santrinya di Pamijahan, setelah beliau memutuskan untuk pindah dan keluar dari Goa Saparwadi Pamijahan pada masa itu. 

Kondisi Ruangan Mesjid Pusaka Pamijahan

Kondisi Ruangan Mesjid

Kondisi ruangan masjid lantai pertama, tersedia berbagai fasilitas ibadah, ruangan ini berukuran 16x10 m, dengan keadaan mesjid yang terawat sehingga menjadi nyaman digunakan untuk beribadah. 

Ruangan di lantai utama ini tergolong unik dibandingkan dengan masjid pada umumnya yaitu memiliki dua ruangan, ruangan utama biasanya digunakan untuk berjamaah kaum laki-laki dan ruangan yang ke dua bisanya digunakan untuk berjamaah kaum perempuan. 

Hal tersebut juga berlaku pada saat menjelang bulan ramadhan, tempat ini digunakan untuk menunaikan ibadah shalat tarawih. Lantai kedua Mesjid Pusaka Pamijahan biasanya digunakan apabila lantai pertama tidak dapat menampung para jama’ah. 

Lantai ke dua juga biasanya digunakan pada saat ibadah shalat jum’at, keadaan bangunan mesjid ini tidak bisa diragukan lagi karena sudah berkali-kali mengalami perenovasian sebagai perhatian dari pihak pengelola terhadap situs peninggalan para waliyullah terdahulu.

Lantai kedua Mesjid Pusaka Pamijahan berbentuk ruangannya mengelilingi empat tiang besar, dan lebar ruangan ini sekitar kurang lebih 5 meter.

Ruangan Tambahan Mesjid Pusaka Pamijahan

Ruangan Tambahan

Masjid Pusaka Pamijahan sekarang sudah memiliki ruangan tambahan yang posisi bangunannya berdempetan dengan depan mesjid tersebut. Terdapat dua ruangan tambahan, yang pertaman digunakan bila Masjid Pusaka Pamijahan sudah penuh. Ruangan tambahan yang pertama ini biasa juga digunakan untuk aktifitas keagamaan seperti pengajian dan lain-lain. 

Adapun ruangan tambahan kedua berada di bagian ujung yang digunakan sebagai tempat beristirahat para wisatawan. Selain itu ruangan ini juga diperbolehkan untuk tempat beristirahat, dan bagi para tamu yang membawa perbekalan untuk makan sambil beristirahat.

Itu lah cerita singkat mengenai Masjid Pusaka Pamijahan, Tasikmalaya semoga bermanfaat bagi para sahabat yang membaca artikel ini. Jangan lupa ikuti terus info-info menarik mengenai fakta objek wisata religi Pamijahan Tasikmalaya.

NGIBLAT
NGIBLAT Brosakti kini berpindah nama menjadi NGIBLAT (ngiblat.blogspot.com)

Post a Comment for " Masjid Pusaka Pamijahan, Tasikmalaya"