Pernikahan Dini Sunnah dalam Islam ?!!

Pernikahan Dini

Assalamualaikum.. 

Hamdan wa syukron lillah.. ! Halo sahabat Ragam.id, gimana kabarnya ? mudah-mudahan selalu dalam lindungan Allah SWT, dan selalu di sehatkan ya. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Pernikahan Dini Sunah dalam Islam ?!!

Artikel pernikahan dini kali ini saya ambil dari sebuah kisahnya di masa pandemi Covid 19 seperti sekarang. Banyak sekali anak-anak muda yang tidak memikirkan dampak pernikahan dini,  lantas bagai mana pernikahan dini menurut Islam ? Simak pemaparannya berikut ini tentang pernikahan dini di Indonesia.

Pernikahan dini di Indonesia

Sahabat semuanya pada beberapa pekan yang lalu kita di hebohkan dengan berita bahwasanya banyak pelajar di Lombok Timur atau Nusa Tenggara Barat, yang memilih untuk menikah dini kebanyakan dari mereka adalah siswa-siswi  kelas 2 SMP hingga 2 SMA.

angka pernikahan-dini-di-indonesia-melonjak-selama-pandemi-covid-19

Penyebab pernikahan dini adalah alasannya karena mereka menilai sekolah di saat pandemi seperti ini tidak maksimal, jadi mereka putuskan untuk menikah saja. Hemm.. ! Luar biasa sih dan menarik untuk dibahas dan teman-teman ternyata jumlahnya juga tidak sedikit loh yang memilih untuk menikah usia dini.

Itu ada sekitar kurang lebih 15 pelajar, itu baru di Lombok Timur ya belum di daerah-daerah Indonesia lainnya. Sahabat Brosakti, bukan kali pertama sepertinya Indonesia dihebohkan dengan berita-berita pernikahan di usia dini seperti ini ya kan, sudah banyak sekali kabar yang tercatat.

pernikahan-dini-melonjak-selama-pandemi

Menariknya lagi ada data dari katadata.co.id yang menyatakan bahwasanya pernikahan dini melonjak selama masa pandemi. Permohonan disensasi menikah melonjak hingga 34.000 permohonan dan 97% nya dikabulkan.

Faktor Penyebab Terjadinya Pernikahan Dini

Nah sahabat tentunya banyak sekali faktor yang memicu terjadinya pernikahan dini di antaranya adalah:

  • Faktor ekonomi
  • Minimnya edukasi tentang reproduksi
  • Sosialisasi tentang usia minimum pernikahan yang dinilai belum maksimal dan

Adanya miskonsepsi terhadap pemahaman dalil-dalil agama tentang pernikahan dini menurut Islam, yang biasanya dijadikan sebagai rujukan hukum.

Di antara miskonsepsi terhadap pemahaman dalil agama itu adalah tentang hadis “Pernikahan Dini” antara Sayyidah Aisyah RA dan Rasulullah SAW.

Hadis Tentang Pernikahan Dini

Hadis Tentang Pernikahan Dini

Ternyata ada yang mengganjal, di mana hadis tersebut dijadikan oleh sebagian orang untuk melegakan pernikahan dini terkait periwayatan hadis tersebut. Kenapa para sahabat di Madinah ketika itu tidak ada seorang pun yang meriwayatkan tentang pernikahan Nabi dan Aisyah.

Ternyata teman-teman, hadis ini diketahui banyak diriwayatkan oleh orang-orang dari Irak, di mana Hisyam Bin Urwah saat meriwayatkan hadis ini berada dan tinggal di Irak. Nah, saat beliau meriwayatkan hadis ini itu beliau berusia 71 tahun teman-teman.

Di mana usia 71 tahun ini bukan usia muda lagi dan ada beberapa ulama yang berpendapat bahwasanya, usia Hisyam bin Urwah saat meriwayatkan hadis ini tersebut sudah tidak dapat dipercaya. Termasuk salah satunya adalah pendapat Imam Malik bin Anas dalam kitab Mizanul I’tidal, bahwasanya periwayatan beliau di usia tersebut sudah tidak dapat dipercaya lagi. 

Dengan demikian periwayatan hadis tentang Aisyah dinikahi oleh Rasulullah SAW, banyak perdebatan dan harus dipelajari lagi secara mendalam. Sahabat semua, usia Sayyidina Aisyah pada saat dinikahi oleh Nabi yaitu berdasarkan hadis riwayat tadi, itu antara 6 – 9 tahun. Di mana hal tersebut ternyata bertentangan dengan fakta sejarah loh. 

Menurut sebagian ahli sejarah di antaranya Ibnu Hajar Al-Asqalani, kemudian Abdurrahman bin Zannad dan juga Ibdu Katsir menyatakan bahwasanya; selisih usia Aisyah Radhiyallahu ‘Anha dengan kakaknya yakni Asma’binti Abu Bakar adalah sekitar 10 tahun. Menurut Ibnu Katsir dalam Kitab al-Bidayah wa an Nihayah, kakak Aisyah ini atau Asma’ binti Abu Bakar wafat pada 73 Hijriyah yaitu pada usia 100 tahun.

Menurut Alhafidz Abu Nu’aim, Asma’ binti Abu Bakar lahir 27 tahun sebelum Rasulullah SAW hijrah. Jadi pada saat Rasulullah SAW hijrah ke Yatsrib atau Madinah ketika itu, Asma’ binti Abu Bakar berusia 27 tahun.

Nah, jika Asma’ binti Abu Bakar berusia 27 tahun ketika Rasulullah SAW berhijrah, itu artinya Aisyah berumur 17 tahun. Jadi bisa dipastikan bahwasanya Aisyah dinikahi oleh Rasulullah SAW pada usia 17 atau 18 tahun, bukan 6 atau 9 tahun. Ini berdasarkan logika perhitungan dari fakta sejarah.

Sahabat Brosakti, kita juga harus mengingat bahwasanya ada hadis lain yang bisa dijadikan remider untuk kita. hadis lain yang dijadikan rujukan untuk menikah jangan hanya merujuk pada hadis tentang pernikahan dini Aisyah dan Rasulullah saja. Tapi kita harus menjadikan rujukan hadis lain. Nah, dari hadis lainnya ada kata-kata “baa’ah”.

Apa sih artinya ‘Ba’ah” ? Artinya “Ba’ah” adalah mampu secara mental dan juga finansial. Secara mental seseorang tuh harus siap dengan segala macam kemungkinan dan keadaan yang akan dihadapi pasca menikah. Pun secara finansial artinya orang tersebut harus mandiri, harus bisa mencukupi kebutuhan dirinya ataupun pasangannya. 

Yang harus di garis bawahi artinya saling melengkapi ya. Dan juga selain itu yang dibutuhkan dalam pernikahan adalah juga komitmen. Karena komitmen adalah pengikat satu sama lain dan cenderung juga menjadi sebuah kesepakatan.

Sahabat Brosakti, dalam rangka meningkatkan kemandirian finansial, kemudian kesiapan mental serta kekuatan komitmen yang dimiliki, pemerintah menetapkan bahwasanya usia ideal atau pun usia minimum seseorang untuk dapat melanjutkan ke jenjang pernikahan adalah 19 tahun.

undang-undang Republik Indonesia nomor 16 tahun 2019 tentang pernikahan

Hal ini juga sesuai dengan undang-undang Republik Indonesia nomor 16 tahun 2019, dan mengapa sih di usia tersebut ? tentunya pemerintah juga sudah mengkaji secara mendalam dan tentunya juga sudah sangat matang. Sahabat Brosakti jangan terburu-buru menikah ya ! hal ini juga pernah di singgung dalam pernikahan dini lirik dalam sebuah lagu dan film Pernikahan dini loh.

Karena kita harus banyak belajar lagi, harus di perhitungkan tujuan pernikhan kesiapan mental, finansial dan juga komitmennya. Serta kita juga harus bayak belajar lagi nih dari nash agama, dari makalah pernikahan dini, artikel pernikahan dini, jangan hanya melihat dari satu sisi saja sedangkan melupakan sisi yang lainnya.

Oke, sampai di sini dulu pembahasan tentang Pernikahan Dini Sunnah dalam Islam, semoga bermanfaat bagi sahabat semuanya, “Billahitaifiq wal hidayah.. Wasalamualaikum Wr Wb..!”.

Penulis : Saepuloh, S.Pd.
Narasumber : Isna Rahma Solihatin, Lc., M.Pd.